Masalah Bekam Yang Perlu Di Ketahui

Pengobatan Bekam sebagaimana diketahui adalah methode pengobatan yang sangat dianjurkan oleh Baginda Nabi SAW dan sudah tidak diragukan lagi keampuhannya.Namun bagi sobat dharma yang mungkin baru pertama kali melakukannya terkadang ada beberapa hal
mengganjal yang ingin ditanyakan.Pada artikel kali ini,saya akan berbagi info mengenai masalah bekam yang perlu di ketahui,diantaranya adalah sebagai berikut:

Persiapan sebelum berbekam:

Tidak ada persiapan khusus jika anda ingin di Bekam, artinya kapan
saja anda dibekam maka tidak menjadi masalah, Akan tetapi untuk dan
mengurangi efek samping maka disarankan anda makan 3-4 jam sebelum di bekam, karena jika perut anda kosong (puasa) terkadang menyebabkan pusing/lemas.

Sebaliknya apabila anda dalam kondisi perut penuh makanan atau hanya
berselang 1 jam setelah makan kemudian anda dibekam maka beberapa pasien
mengeluh mual atau muntah. Hindari berjima’ sebelum bekam, apalagi
sesudahnya karena akan menguras banyak energi.

Yang Tidak Boleh di Bekam:

1.Orang yang sedang hamil

Orang yang sedang hamil boleh di bekam asalkan jika kondisi umumnya baik. Sebelum dibekam
harus diperiksa dulu tekanan darah dan keadaan umum lainnya, jika normal
maka tidak ada masalah. Yang perlu diperhatikan adalah menghindari
pembekaman di daerah perut dan pinggang. Untuk Ibu menyusui, wanita
haidh dan menstruasi  juga diperbolehkan berbekam asal kondisi umumnya
cukup baik .

2.Orang yang sudah tua dan anak kecil
Orang yang sudah lanjut usia dan anak kecil (diatas 4 tahun) boleh dibekam asalkan dilakukan secara bertahap, dengan sedikit
sayatan tipis, menggunakan jumlah kop yang sedikit serta dengan kekuatan
pompa yang minimal.

3. Kondisi apa yang merupakan “pantangan” (kontraindikasi) bekam ?

Ada kontraindikasi yang bersifat absolut dan ada yang bersifat relatif.

Kontraindikasi absolut, adalah kondisi/kelainan penyakit
tertentu yang dilarang untuk dilakukan bekam, diantaranya adalah :
pasien yang berumur dibawah 4 tahun, pasien yang sedang mengkonsumsi
obat pengencer darah, pasien yang mengalami gangguan sistim pembekuan
darah yang berat, koma (tidak sadar), dehidrasi berat, renjatan/syok,
pasien yang baru menjalani transfusi darah, donor darah atau cuci darah
(kurang dari 48 jam dari waktu bekam), penderita jantung yang
menggunakan alat bantu pengatur detak jantung.

Kontraindikasi relatif, adalah kondisi/kelainan penyakit
tertentu yang disarankan untuk tidak bekam terkecuali dilakukan oleh
ahli bekam professional yang sudah berpengalaman, diantaranya adalah :
pasien anemia, pasien kencing manis dengan kadar gula darah sewaktu
lebih dari 300, pasien tumor/kanker, hipertensi dengan systole lebih
dari 200mmHg, penderita gagal jantung (Decomp. Cordis) yang berat,
pasien kesurupan (terkena sihir), penderita phobia berat terhadap peralatan medis dan wanita hamil,haidh, nifas atau menyusui.

WAKTU BERBEKAM

  • Apakah harus memilih hari tertentu dan tanggal tertentu (tanggal 17,19 dan 21) agar lebih utama dilakukan bekam ?Tidak, karena hadits mengenai keutamaan hari dan tanggal tertentu  untuk beerbekam adalah hadits dhoif (lemah) sehingga
    tidak bisa dijadikan dalil. Begitu juga larangan membekam pada hari
    tertentu (Rabu, Jum’at, Sabtu) juga tidak memiliki dasar yang kuat. 
  • Apakah ada perbedaan dibekam pada waktu pagi, siang, sore atau malam hari ?Sebenarnya tidak ada perbedaan yang mencolok, kapan saja bisa
    dilakukan bekam. Hanya saja jika dilakukan pada saat sinar matahari
    terik (tengah hari) lebih memudahkan untuk mengeluarkan darah.

 BAHAYA DI BEKAM



Perlu kita ketahui dulu sebelumnya bahwa setiap tindakan medis apapun bentuknya
tetap memiliki risiko dan efek samping. Akan tetapi hal tersebut
tidaklah menjadikan kita “urung” untuk melaksanakan “Sunnah hijamah
(Bekam)”  yang mulia ini, asalkan dilakukan sesuai standar dan dilakukan
oleh ahli yang professional maka tindakan tersebut sangatlah aman.

Tidaklah mungkin Allah Ta’ala dan Rosul-Nya menuntunkan amalan
hijamah ini jikalau berisiko tinggi bagi ummatnya, justeru yang sudah
terbukti adalah manfaat dan faedah yang luar biasa.

Apakah dibekam itu terasa “SAKIT” ?

Tidak, karena sebelumnya dilakukan dulu penyedotan
dengan kop bekam (disebut Bekam Kering) yang berfungsi untuk menarik
“darah kotor” ke bawah permukaan kulit sehingga kulit akan terasa
menjadi tebal dan “baal” sehingga ketika dilakukan sayatan tipis maka
sudah tidak terasa sakit lagi, hanya seperti digigit semut.

Bekam kering tadi juga sekaligus berfungsi mengeluarkan kelebihan
“unsur angin” dari tubuh dan menimbulkan efek “massage” untuk
melenturkan otot-otot yang mengalami kekakuan.

Setelah dibekam, saya malah mengeluh badan terasa sakit (pegal-pegal) apakah ada yang salah ?

Hanya sedikit pasien yang mengeluhkan hal tersebut. Hal ini terjadi sebagai rekasi sistim imun tubuh
untuk berusaha mengembalikan fungsi-fungsi tubuh agar menjadi normal
kembali karena “sumber darah kotornya”  sudah dikeluarkan. Dalam 3-4
hari keluhan tersebut umumnya sudah hilang dan tubuh menjadi bugar.

Beberapa pasien mengatakan “mengantuk” dan ada juga yang “merasa
lapar” setelah bekam, hal tersebut wajar dan justeru lebih baik.

Saya mengikuti bekam masal, setelah itu badan saya “meriang” apakah saya mengalami infeksi?

Kalau menurut Saya tidak menyarankan untuk mengikuti Bekam Masal karena penggunaan alat bekam berulang kali yang ditakutkan tanpa proses sterilisasi yang sesuai standar
bisa menjadi sumber penularan penyakit tertentu. Keluhan “meriang” bisa
merupakan tanda infeksi apabila luka bekas sayatan Bekam mengalami
pembengkakan (oedem), berwarna merah, keluar cairan seperti nanah (pus), dan jika dipegang terasa hangat.

Apabila “meriang” tersebut tanpa disertai tanda-tanda tadi maka hal
tersebut memang kadang terjadi dan normal adanya dan dalam 3-4 hari
keluhan tersebut umumnya sudah hilang dan tubuh menjadi lebih ringan dan
nyaman.Begitu juga dengan keluhan perih pada bekas sayatan akan hilang
sendirinya hingga sekitar 12 jam.

Keluar cairan seperti “lepuhan cacar” setelah bekam apakah berbahaya ?

Gelembung cairan tersebut merupakan transudat yang
umumnya terjadi akibat proses penyedotan yang terlalu lama (lebih dari
15 menit). Dalam Ilmu kedokteran China dikatakan bahwa adanya blister (lepuhan/lecat)
pada bekas bekam menggambarkan kondisi gangguan gas yang parah pada
tubuh. Adanya darah tipis pada blister merupakan reaksi gas panas
toksin.

Gelembung tersebut tidaklah berbahaya dan cukup mengeluarkannya
dengan menggunakan ujung pisau bedah steril kemudian diolesi dengan
minyak habbatussauda (jinten hitam). Jangan sekali-kali menusuknya dengan jarum atau peniti dan sejenisnya karena dapat menimbulkan infeksi.

Bekas bekam di kulit meninggalkan lebam berwarna
merah muda, ungu hitam, dan ada juga yang tidak berubah sama sekali,
kenapa hal tersebut bisa terjadi?

Umumnya bekas bekam akan hilang dalam waktu 3 hari sampai 1 minggu setelah bekam tergantung bentuk dan warna yang ditinggalkan. Reaksi pigmen pada kulit bekas bekam adalah sebagai berikut :

  • Ungu kegelapan atau hitam, pada umumnya hal ini
    mengindikasikan kondisi defisiensi (kekurangan) pasokan/suplai darah dan
    channel/saluran (pembuluh) darah yang tidak lancar yang disertai dengan
    keberadaan darah statis (darah beku).
  • Ungu disertai plaque (bercak-bercak), pada umumnya
    hal ini menandakan terjadinya gangguan/ kelainan gumpalan darah yang
    berwarna keunguan dan adanya darah statis (darah beku).
  • Bintik-bintik ungu yang tersebar dengan tingkatan warna yang berbeda (ada yang tua dan ada yang ungu muda). Hal ini menandakan kelainan “Qi” dan darah statis.
  • Merah cerah, biasanya hal ini menunjukkan
    terjadinya defisiensi “Yin”, defisiensi “Qi” dan darah atau rasa panas
    yang dahsyat yang diinduksi oleh defisiensi “Yin”.
  • Merah gelap, hal ini mengindikasikan kondisi lemak di dalam darah yang tinggi disertai dengan adanya panas patogen.
  • Agak pucat/putih dan tidak hangat ketika disentuh, hal ini mengindikasikan terjadinya defisiensi cold (dingin) dan adanya gas patogen.
  • Garis-garis pecah/ruam pada permukaan bekas bekam dan rasa sedikit gatal, hal ini mengindikasikan kondisi adanya wind (lembab) patogen dan gangguan gas patogen.
  • Munculnya uap air pada dinding bagian dalam gelas bekam, menandakan kondisi adanya gas-gas patogen pada daerah tersebut.
YANG PERLU DI KETAHUI SETELAH DI BEKAM

Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan setelah Bekam ?

Istirahatlah secukupnya setelah berbekam, lebih baik lagi tidur.
Minumlah air putih, madu, sari kurma atau teh manis untuk mempercepat
pemulihan. JIia ingin makan, usahakan kurang lebih satu jam sesudahnya
dan menghindari makan asam, pedas, mie dan minuman bersoda/berkarbonase. Hindari untuk melakukan jima’ setelah bekam.

Apa boleh mandi setelah Bekam ?

Boleh bahkan dianjurkan mandi setelah 2 jam melakukan bekam.
Sebaiknya menggunakan air hangat untuk mempercepat proses pemulihan.
Hindari untuk menggosok bekas sayatan bekam dengan sabun secara
berlebihan karena selain terasa perih juga akan memperlambat proses
penyembuhan luka.

Apa ada perawatan khusus rutin (dengan antiseptic,
rivanol, dll) yang dilakukan setiap hari untuk luka bekas sayatan bekam?

Perawatan tersebut diatas dilakukan jika memang diperlukan.
Alhamdulillah jika Bekam (Hijamah) dilakukan dengan benar maka hal
tersebut belum diperlukan karena lukanya sangat tipis dan cepat sembuh
dengan sendirinya. (dr.abuhana)

Semoga Bermanfaat,salam sehat.
Sumber:Abu hana,http://kaahil.wordpress.com

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *