Jangan Pakai Sabun Untuk Membersihkan Vagina

posted in: Pengobatan | 0
Merawat vagina

Salam sehat buat sobat Dharma semua,Lama ngga berbagi info kesehatan,maka kali ini ada tips kesehatan seputar merawat Vagina.Vagina merupakan organ sensitif dan perlu perhatian khusus karena rentan
infeksi jamur. Tidak jarang wanita menggunakan sabun untuk membersihkan
area kewanitaan setiap kali mandi. Namun ternyata pemakaian sabun
secara berlebihan untuk vagina justru akan memberikan dampak kurang
baik.

“Seharusnya sabun pembersih untuk kewanitaan tidak dipakai
secara rutin,” ujar dr. Febriansyah Darus. Sp.OG, dokter spesialis
obstetri & ginekologi yang berpraktik di RSIA Kemang Medical Care,
Jakarta.

Ia menjelaskan, pemakaian sabun terlalu berlebihan,
terutama sabun yang bukan khusus untuk vagina, bisa menyebabkan
perubahan asam basa vagina. Maka jika dipakai terlalu sering akan
berbahaya.

Dokter yang juga berpraktik di RS Hermina Jatinegara
dan RSPAD Gatot Subroto ini menjelaskan, terlalu sering menggunakan
sabun pembersih justru merangsang timbulnya keputihan. “Terutama ini
bisa terjadi jika kita menggunakan sabun kosmetik yang pH-nya tidak
sesuai dengan pH (kadar keasaman) vagina,” ujarnya.

Pemakaian
sabun yang tidak sesuai menyebabkan suasana asam basa vagina berubah.
Perubahan lingkungan dalam organ intim ini menyebabkan kuman yang
mestinya normal justru menjadi lebih banyak pertumbuhannya. Kuman yang
seharusnya tidak ada justru timbul karena daya tahan vagina berubah. Hal
ini terjadi akibat perubahan asam basa yang dipicu penggunaan pembersih
tidak semestinya, misalnya sabun biasa (alkalis).

Sebaiknya, dr
Febriansyah  menyarankan, gunakan pembersih dalam kondisi tertentu saja.
Misalnya, di saat kondisi vagina sedang basah atau berair atau ketika
muncul keputihan.

Bagaimana jika memang ingin dibersihkan? Kata
dr Febriansyah, gunakan sabun khusus untuk vagina supaya lingkungan
organ intim kembali normal. “Sekarang kan sudah ada sabun-sabun yang
direkomendasikan, tetapi kita nggak mau menyebut brand ya,” tandasnya.
Jika salah pilih sabun, bisa semakin memperparah keputihan.

Dalam
memilih pembersih, dr. Febriansyah menyarankan produk yang mampu
mempertahankan Lactobacillus. Lactobacillus adalah salah satu jenis
kuman yang menyebabkan asam basa vagina menjadi netral dan menjaga pH
alami.

“Kurangi juga produk-produk yang terlalu banyak mengandung
detergen dengan busa terlalu banyak, karena vagina akan menjadi lebih
basa dan jadi kering,” jelas dr. Febriansyah.

Namun meskipun
sudah banyak sabun khusus vagina, kita tetap harus menggunakannya sesuai
kebutuhan saja. “Jika organ kewanitaan tidak bermasalah, tidak basah,
tidak berair, dicuci dengan air biasa yang steril justru lebih aman,”
katanya.

Untuk merawat vagina, berikut rekomendasi dr. Febriansyah Darus:

1. Awasi keputihan.
Kalau ada keputihan yang sudah berwarna, berbau, gatal, segera diobati.
Tetapi jika keputihannya tetap berwarna bening, tidak gatal, dan tidak
berbau, berarti masih normal. Tidak diobati juga tak apa-apa.

2. Jangan biarkan vagina lembap.
Biasanya, usai buang air kecil, keringkan vagina sebelum memakai celana
dalam. Jika celana dalam telanjur kena basah, sebaiknya ganti saja agar
tidak lembap.

3. Hati-hati memakai pantyliner.
Jangan memakai pantyliner terlalu lama hingga 8-12 jam. Pemakaian
pantyliner terlalu lama, apalagi yang tidak menyerap keringat,
menyebabkan vagina menjadi lembap. Pantyliner sebaiknya sering diganti
setiap 3-4 jam sekali. Gunakan pula produk pembersih vagina yang tidak
mengandung detergen.
Sumber:http://id.she.yahoo.com/tak-perlu-sabun-untuk-bersihkan-vagina-113116952.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *