Diskon 50% untuk beli produk Moreskin Aloe Vera ISI 250 ML, klik disini

Teknik Budidaya Pepaya Dengan Mudah

Pepaya merupakan salah satu buah yang memiliki banyak manfaat, salah satunya yang paling umum diketahui adalah baik untuk pencernaan. Selain itu buah pepaya bisa menurunkan kolesterol, meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi nyeri haid, dan mencegah kanker usus.

Tanaman ini dapat tumbuh pada dataran rendah maupun tinggi. Panjang pohonnya terbilang pendek karena hanya sekitar 1,5-2m dengan batang beruas pendek dan berpelepah. Satu pohon bisa menghasilkan 25-30 pepaya. Buahnya berdaging tebal dan manis.

Di Indonesia sendiri buah ini banyak ditemukan pada pekarangan rumah warga. Bahkan dari mereka sudah menekuni teknik budidaya pepaya karena mudah dalam pemeliharaannya. Apakah Kamu juga mau belajar bagaimana caranya membudidayakan tanaman pepaya? Mari belajar bersama-sama, simak sampai akhir ya.

Cara Budidaya Buah Pepaya yang Dapat Dilakukan Dirumah

Teknik budidaya Pepaya tidaklah begitu sulit, kita hanya perlu merawat tanaman dengan benar agar dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen. Berikut cara membudidayakan buah pepaya yang perlu Kamu lakukan agar berhasil:

1. Proses Pembibitan Pepaya

  • Hal pertama yang harus Kamu lakukan ketika ingin membudidayakan buah jenis ini adalah dengan memilih biji sebagai benih yang berkualitas terbaik. Biji tersebut berasal dari pepaya yang segar, sehat dan benar-benar matang di pohon. Jangan mengambil biji dari buah yang terlalu matang serta pohon yang sudah tua. Butuh ketelitian untuk menentukan benih yang paling bagus, maka sebaiknya ambil biji pada bagian ujung hingga tengah buah. Jangan mengambil biji dari pangkal buah.
  • Setelah pemilihan benih selesai, rendam dengan larutan pupuk organik cair secukupnya selama 1-2 jam. Setelah itu tiriskan dan disiami dalam polybag dengan media tanah dan pupuk kandang.
  • Benih tesebut ditanam pada kedalaman 1 cm kemudian tutup menggunakan tanah. Jangan lupa untuk disiram setiap hari dan semprotkan pupuk organik cair dari nasa cukup seminggu sekali. Benih akan berkecambah dalam 12-15 hari. Sampai ketinggiannya 15-20 cm atau pada hari 45-60 siap untuk ditanam.

2. Pengolahan Lahan atau Media Tanam

  • Sebelum memindahkan bibit tanaman, pastikan lahan bersih dari rumput, semak, atau kotoran lain, kemudian tanah digemburkan.
  • Bentuk bedengan dengan celah sekitar 60 cm. Buat lubang diatas bedengan tersebut dengan jarak tanaman berkisar 2×2,5 m.
  • Sebelum diberi pupuk tadi, tanah harus dikeringkan 1 minggu kemudian tutup dengan campuran pupuk kandang atau obat penyubur tanaman pop supernasa.

3. Proses Penanaman Pepaya

  • Setelah tanah siap, buat lubang untuk menanamnya yang dilanjut dengan menanam bibit pepaya dari tempat semaian. Sebelum ditanam, buka polybag yang membungkus akar tanaman. Tutup menggunakan campuran tanah hitam, tanah biasa, dan pupuk kandang.

4. Pemelihaan Tanaman

  • Teknik budidaya pepaya selanjutnya adalah pemeliharaan tanaman dengan beberapa tahap. Mulai dari penyulaman yaitu proses mengganti tanaman yang mati dengan tanaman baru. Kemudian penyiraman yang dilakukan setiap hari pada pagi dan sore saat kemarau. Sedangkan saat musim penghujan tanaman cukup disiram sekali saja pada pagi hari.
  • Sama halnya dengan kebun buah lainnya, pepaya juga memerlukan penyiangan guna membersihkan lahan dari hama, rumput liar, dan sejenisnya. Perawatan terakhir adalah pemupukan susulan yang dilakukan saat tanaman berumur 1 minggu, 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan selanjutnya hingga masa panen.

5. Proses Panen

  • Pepaya yang sudah bisa dipanen adalah saat berumur 9-12 bulan. Dipetik saat buah matang dengan tanda-tanda warna kulitnya yang menguning setiap 10 hari sekali. Petani pepaya biasanya menjual hasil penen ke pasar maupun hanya dikonsumsi sendiri dirumah.

Itulah penjelasan mengenai teknik budidaya pepaya dengan mudah yang dapat Kamu lakukan. Jika membutuhkan pupuk organik, Kamu bisa chat admin dharmasehat yang menjual aneka pupuk berkualitas dengan harga terjangkau.