5 Faktor Utama Penyebab Asma Yang Perlu di Ketahui

posted in: Blog | 0

Penyakit Asma merupakan penyakit yang ditandai dengan penyempitan dan peradangan saluran pernapasan sehingga mengakibatkan sulit bernapas bagi penderitannya. Penyebab asma tentu semua orang berbeda dari orang ke orang. Namun, satu hal yang pasti, saat saluran udara bersentuhan dengan penyebab asma, mereka akan meradang, menyempit, dan penuh dengan lendir.

Penyebab Asma

Berikut ini adalah faktor penyebab kambuhnya penyakit asma yang perlu Anda ketahui

  1. Alergi

Alergi adalah pemicu utama terjadinya asma. Delapan puluh persen penderita asma memiliki alergi terhadap hal-hal di udara, seperti pohon, rumput, serbuk sari bunga, jamur, bulu hewan, tungau debu, dan kotoran kecoa. Dalam sebuah penelitian, anak-anak dengan kotoran kecoa tingkat tinggi di rumah mereka bisa empat kali lebih mungkin memiliki asma pada masa kanak-kanak daripada anak-anak yang rumahnya lebih bersih.

Bukan hanya itu, alergi terhadap tungau debu dapat menjadi pemicu asma yang umum sehingga wajib menjaga kebersihan lingkungan. 

2. Makanan dan Zat Aditif

Alergi makanan bisa menyebabkan reaksi ringan hingga berat yang mengancam jiwa. Makanan tertentu bisa menyebabkan seseorang mengalami asma tanpa gejala lain. Jika Anda memiliki alergi makanan, asma dapat menjadi bagian dari reaksi parah dan mengancam jiwa yang disebut anafilaksis.

Makanan paling umum yang terkait dengan gejala alergi adalah telur, susu sapi, kacang kacangan, kacang pohon, kedelai, gandum, ikan, udang dan kerang, salad, atau bahkan buah segar.

Pengawet makanan juga bisa memicu asma, terutama aditif sulfit, seperti natrium bisulfit, kalium bisulfit, natrium metabisulfit, kalium metabisulfit, dan natrium sulfit, yang digunakan dalam pengolahan atau persiapan makanan.

3. Olahraga

Meskipun memiliki manfaat untuk menjadi kesehatan tubuh, namun olahraga berat bisa menyebabkan saluran udara menyempit dan sebabkan gejala asma. Jika Anda mengalami asma akibat olahraga, Anda dapat merasakan gejala seperti sesak dada, batuk, dan kesulitan bernapas dalam 5 hingga 15 menit pertama latihan aerobik.

Bagi kebanyakan orang, gejala-gejala ini dapat hilang dalam 30 hingga 60 menit latihan berikutnya. Tetapi hingga 50 persen dari orang-orang dengan asma yang disebabkan oleh olahraga mungkin mengalami serangan lain 6 sampai 10 jam kemudian.

Oleh karena itu, kamu dianjurkan untuk melakukan pemanasan lambat untuk mencegahnya.

4. Mulas

Mulas yang parah dan asma sering berjalan bersamaan. Hingga 89 persen orang dengan asma juga mengalami sakit maag parah (gastroesophageal reflux, atau GERD). Kondisi ini biasanya terjadi pada malam hari ketika kamu tengah berbaring. Biasanya katup akan mencegah asam lambung naik ke kerongkongan.

Ketika seseorang mengidap GERD, katup ini tidak berfungsi seperti seharusnya. Asam lambung akan naik ke kerongkongan. Jika asam mencapai tenggorokan atau saluran udara, iritasi dan peradangan yang disebabkannya memicu serangan asma.

5. Efek Pengobatan

Orang-orang dengan asma yang sensitif terhadap aspirin mungkin juga mempunyai masalah dengan obat-obatan lain seperti obat antiinflamasi (ibuprofen, naproxen) dan beta-blocker (digunakan untuk mengobati penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan glaukoma). Jika kamu tahu bahwa tubuhmu sensitif terhadap obat-obatan ini, pastikan dokter mengetahui hal ini agar mereka bisa memberikan obat lain yang lebih aman. 

Selain beberapa hal di atas, terdapat lain yang bisa jadi penyebab asma seperti iritasi, cuaca dingin dan lembap, serta stres berlebihan. Oleh karena itu, Anda wajib menjaga kesehatan diri dan usahakan untuk menghindari faktor di atas agar tidak terserang asma. 

Pencegahan Penyakit Asma

Asma merupakan jenis penyakit yang dapat dikendalikan dengan mengatur pola hidup sehat. Selain itu, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut:

  • Mengenali & menghindari pemicu asma.
  • Mengikuti anjuran rencana penanganan asma dari dokter.
  • Melakukan langkah pengobatan yang tepat dengan mengenali penyebab serangan asma.
  • Menggunakan obat-obatan asma yang telah dianjurkan oleh dokter secara teratur.
  • Memonitor kondisi saluran napas.

Itulah beberapa faktor penyebab asma dan cara pencegahannya. Semoga bermanfaat bagi Anda.